Pesantren di Cirebon Gaungkan Digital Marketing, Lahirkan Santri Wirausaha Muda
BisnisCirebon.com – Pondok Pesantren Pemberdayaan Daarul Faa’iziin resmi meluncurkan Program Sekolah Affiliates Pesantrenpreneur, Rabu (1/10/2025). Acara peresmian berlangsung di Jalan Nusa Endah, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.
Program ini dirancang untuk memadukan pendidikan pesantren dengan pelatihan modern, khususnya di bidang digital marketing affiliates.
Ketua Penyelenggara, Sigit Rahardjo, menjelaskan program tersebut diikuti 15 peserta hasil seleksi dari 30 pendaftar.
“Peserta berasal dari Cirebon dan ada juga yang datang dari luar daerah,” ujarnya.
Program akan berlangsung selama tiga bulan, mulai Oktober hingga Desember 2025. Adapun materi pembelajaran terdiri dari 20 persen pembekalan agama dan 80 persen fokus pada digital marketing, pengembangan mindset, hingga praktik affiliate marketing melalui platform TikTok.
“Seluruh peserta akan dibimbing langsung oleh praktisi dan akademisi dari komunitas,” tambah Sigit.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan Bank BJB atas dukungan yang diberikan sehingga program ini dapat terlaksana.
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Faa’iziin, Ustadz Ahmad Yani el-Muchtary, menegaskan bahwa peserta tidak hanya berasal dari Cirebon, tetapi juga dari Lampung, Bekasi, hingga Majalengka. Dengan mengusung tagline “Scale Up Iman, Ilmu, dan Income”, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas iman, pengetahuan, sekaligus penghasilan para peserta.
“Sejak berdiri tahun 2017 dengan tagline ‘Santri Kader Berjiwa Leader dan Entrepreneurs’, kami berkomitmen melahirkan generasi santri yang tidak hanya ahli agama, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan kemandirian ekonomi,” jelas Ahmad Yani.
Saat ini, pesantren tersebut telah mengelola 40 santri putri, dan mulai tahun ini merintis penerimaan santri putra.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kota Cirebon, H. Muchamad Nidzom, mengapresiasi inisiatif Daarul Faa’iziin.
“Program ini sangat luar biasa dan diharapkan bisa terus berlanjut, tidak hanya sekali, tetapi berkesinambungan untuk angkatan berikutnya,” ungkapnya.
Menurut Nidzom, langkah yang dilakukan Daarul Faa’iziin sejalan dengan program Kementerian Agama yang mendorong pesantren menjadi pusat pemberdayaan umat.
“Jarang ada pesantren yang memiliki komitmen kuat di bidang kewirausahaan. Program ini bukan hanya membuka peluang usaha, tetapi juga membentuk kader wirausaha baru,” tandasnya. Makin Tahu Indonesia.














