PT Bio Farma Dorong Inklusi Keuangan UMKM Cirebon Lewat Sosialisasi TJSL
Cirebon,- PT Bio Farma kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).
Kali ini, perusahaan menggelar sosialisasi peningkatan inklusi keuangan bagi pelaku UMKM yang tergabung dalam Yayasan Masyarakat Madani Berdikari, Selasa (9/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Cirebon tersebut turut menghadirkan anggota Komisi VI DPR RI dari Dapil VIII, Dr. Herman Khaeron. Ratusan pelaku UMKM hadir untuk mendapatkan edukasi seputar pengelolaan keuangan dan akses layanan keuangan formal.
Dr. Herman Khaeron, yang akrab disapa Kang Hero, memberikan apresiasi atas inisiatif Bio Farma dalam memberikan pembekalan kepada pelaku usaha kecil.
Menurutnya, edukasi inklusi keuangan menjadi kebutuhan penting agar UMKM mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
“Saya berterima kasih kepada Bio Farma dan Yayasan Masyarakat Madani Berdikari yang telah memberi ruang bagi UMKM untuk belajar dan meningkatkan kapasitas usahanya,” ujarnya.
Kang Hero menjelaskan pemahaman terkait akses layanan keuangan sangat penting, terutama bagi pelaku usaha yang selama ini belum tersentuh fasilitas perbankan.
Dengan literasi yang memadai, UMKM diharapkan mampu merencanakan keuangan secara lebih bijak, menghindari praktik investasi ilegal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.
Ia juga menekankan perlunya kemampuan memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta membuat perencanaan finansial yang jelas.
“Ini dasar penting agar usaha dapat berjalan sehat dan terukur,” ungkapnya.
Selain itu, penggunaan platform digital dan sistem pembayaran nontunai seperti QRIS juga menjadi bagian dari materi sosialisasi.
Kang Hero menyebutkan pemanfaatan teknologi dapat membantu UMKM dalam pencatatan transaksi sekaligus memberikan kemudahan bagi konsumen.
“Dengan pembayaran digital, pelaku usaha bisa mengatur arus kas lebih baik. Antara modal dan keuntungan menjadi tidak tercampur,” katanya.
Dirinya berharap pelaku UMKM semakin berani mengadopsi teknologi digital untuk memasarkan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing. Meski tantangan seperti rendahnya literasi digital masih ada, ia mendorong pelaku usaha untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“UMKM jangan takut menghadapi perubahan. Justru dengan memanfaatkan teknologi, banyak peluang baru yang bisa meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya. (HSY)














