Road to Seriale Indonesia 2026 Sambangi Cirebon di Maple Coffee Shop
Cirebon,- Road to Seriale Indonesia 2026 menjadi rangkaian acara regional berupa serial-serial karya anak bangsa dan Jerman dibuat serta diperkenalkan kepada khalayak.
Cirebon menjadi salah satu daerah yang terpilih untuk pemutaran festival saudara dari festival ternama Jerman yakni die Seriale.
Pemutaran serial yang dipusatkan di Maple Virtual Studio & Cafe di Jalan Garuda III Kota Cirebon ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa, komunitas, aktivis dan lainnya.
Tidak hanya pemutaran serial, pada kesempatan yang sama juga diadakan diskusi, workshop dan lainnya.
Road to Seriale Indonesia 2026 juga digelar di sejumlah kota lainnya di Indonesia seperti Sumedang, Sumatra, Bali, Jakarta fan sebagai program internasional ke Timor Leste.
Direktur Goethe-Institut Bandung Matthias Ventker mengatakan, Serial Indonesia adalah festival serial pertama di Indonesia yang diadakan oleh Goethe Institut Bandung.
“Ini adalah festival serial pertama menuju tahun berikutnya di tahun 2026. Dalam Seriale Indonesia di Cirebon ini kami memutar beberapa serial yang sudah di audisi sebelumnya yaitu The Lost Boys Club sutradara Aby Kusdinar, Fuxe sutradara David Clay Diaz dan Susan Gordanshekan, No One Around sutradara Joaquin Bravo, dan Desa Timun Teman dari Jerman sutradara Daud Nugraha,” katanya kepada About Cirebon, Selasa (2/12/2025) malam.
Ia melanjutkan, sebelumnya sebanyak 80 serial telah mengikuti festival Seriale Indonesia dan diseleksi hingga menyisakan 5 yang terpilih dan ditayangkan pada festival tahun ini.
Dari 5 serial tersebut akan dipilih 1 serial yang akan mendapatkan reward berupa mendapat pelatihan film di Jerman,” imbuhnya.
Ia berharap, pemutaran Seriale Indonesia menjadi motivasi bagi anak bangsa untuk terjun lebih dalam ke dunia perfilman sehingga industri serial di tanah air semakin hidup.
“Kami harap warga Cirebon dan masyarakat secara luas dapat termotivasi untuk lebih mendalami industri serial,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama Koordinator Program Budaya Goethe-Institut Bandung Lukman Hakim mengatakan, saat ini, serial Indonesia sedang berkembang pesat baik di televisi, platform streaming, maupun sebagai web-serial independen.
“Melalui festival ini, kami secara khusus mendukung kreativitas dan profesionalitas para pembuat serial Indonesia dan Jerman, serta membuka peluang baru bagi industri,” katanya.
Ia mengumumkan, Goethe Institut Bandung hendak berkolaborasi dengan kampus-kampus yang tidak hanya berasal dari Bandung saja, tetapi kampus yang ada di Cirebon, Sumedang, Bali dan kampus lainnya di Indonesia.
“Kami ingin memperluas kolaborasi dalam festival serial tidak hanya di sekitar Bandung saja, tetapi kota-kota lainnya juga yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Maple Coffee Shop telah ikut mensukseskan acara dari institusi budaya negara Jerman yaitu Goethe Institut dengan mengemas acara pemutaran film pendek Seriale Indonesia.
Dalam suasana yang nyaman, modern dan terfasilitasi baik acara berlangsung tadi malam dengan dihadiri Direktur Goethe Institut Bandung sendiri Mr. Matthias Ventker.
Marketing Communications Maple Coffee Shop, Rodiyah mengatakan acara ini secara khusus ditujukan untuk pegiat akademis untuk bisa mengikuti keragaman budaya Jerman dan negara lain melalui Movie Screening.
Diharapkan ke depannya agar acara seperti ini, lanjut Rodiyah, supaya bisa diadakan juga oleh komunitas budaya Cirebon lainnya untuk pertukaran budaya dalam dan luar negri dan masyarakat Cirebon bisa terfasilitasi oleh Maple Coffee Shop.
Di Maple Coffee Shop tersedia ruang auditorium, kenyamanan suasana, kemudahan parkir, letak di tengah kota Cirebon semuanya tercakup di luas area 1.000 meter persegi menawarkan kemudahan-kemudahan ini seperti yg telah juga dikonfirmasi oleh pihak Goethe Institut Bandung. (*)
The post Road to Seriale Indonesia 2026 Sambangi Cirebon di Maple Coffee Shop appeared first on About Cirebon.















