Sepekan Festival Ramadan Cirebon, Wali Kota Evaluasi Parkir dan Lalu Lintas
Cirebon,- Pemerintah Kota Cirebon menghadirkan Festival Ramadan 1447 H/2026 yang dipusatkan di sepanjang Jalan Siliwangi, Kota Cirebon. Memasuki sepekan pelaksanaan, festival yang menjadi sentra penjualan takjil ini mulai menunjukkan geliat positif bagi pelaku UMKM.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo mengatakan pelaksanaan Festival Ramadan tahun ini merupakan tahap awal inisiasi Pemkot dalam menghadirkan ruang khusus bagi pedagang takjil dan pelaku usaha kecil selama bulan suci.
“Alhamdulillah dari hari ke hari ada peningkatan, walaupun belum signifikan. Yang penting ini kan baru tahap awal Pemerintah Kota Cirebon menggelar Festival Ramadan untuk penjual takjil,” ujar Edo, Selasa (3/3/2026).
Menurut Edo, festival ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku UMKM. Jika hasil evaluasi menunjukkan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat dan kota secara umum, Pemkot berencana melanjutkan program tersebut pada tahun-tahun mendatang.
“Mudah-mudahan ke depan, insya Allah kalau perputaran ekonomi kerakyatannya bagus dan ekonomi Kota Cirebon juga bergerak, ini akan kita lanjutkan di tahun depan,” katanya.
Edo mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat beberapa lapak yang kosong. Namun, menjelang sore sekitar pukul 17.00 WIB, lokasi festival mulai terisi dan ramai oleh pedagang maupun pembeli yang berburu takjil untuk berbuka puasa.
Ia berharap festival ini dapat menjadi peluang baru bagi masyarakat untuk meraup rezeki di bulan Ramadan sekaligus menciptakan suasana khas yang semarak di pusat kota.
“Semoga ini menjadi hal baru yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menambah penghasilan di bulan Ramadan,” ucapnya.
Terkait evaluasi, Edo menyebut Pemkot terus memantau pelaksanaan Festival Ramadan, termasuk dari sisi manajemen parkir dan arus lalu lintas. Saat ini, sejumlah kantong parkir yang disiapkan belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh pengunjung.
Menurutnya, banyak pembeli yang cenderung berhenti langsung di depan lokasi lapak, baik dengan mobil maupun sepeda motor, dibandingkan memarkir kendaraan di kantong parkir yang telah disediakan.
“Kalau nanti dalam satu atau dua minggu ke depan ternyata semakin padat, kita akan lakukan manajemen rekayasa lalu lintas, mungkin dibuat satu arah,” jelasnya.
Bahkan, Pemkot juga membuka kemungkinan penerapan konsep serupa car free day apabila kepadatan kendaraan semakin tinggi dan menimbulkan kemacetan.
“Kalau dengan rekayasa lalu lintas masih macet, nanti bisa saja dibuat seperti car free day, tanpa kendaraan yang masuk ke lokasi festival. Jadi pembeli benar-benar berjalan kaki,” tegas Edo. (HSY)














