Stok Darah Kota Cirebon Banyak Diserap Luar Daerah, PMI Tetap Layani Tanpa Batas

Stok Darah Kota Cirebon Banyak Diserap Luar Daerah, PMI Tetap Layani Tanpa Batas

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon, dr. Edial Sanif, mengungkapkan bahwa kebutuhan darah yang dikelola pihaknya tidak hanya untuk masyarakat lokal, tetapi juga banyak dimanfaatkan oleh warga dari luar daerah.

Ia menyebutkan, hampir 70 persen stok darah yang dihimpun PMI Kota Cirebon justru digunakan oleh masyarakat di luar wilayah kota. Hal ini menunjukkan tingginya ketergantungan daerah sekitar terhadap ketersediaan darah di Kota Cirebon.

“Banyak masyarakat dari luar kota datang ke sini untuk mendonorkan darahnya. Bahkan hampir 70 persen darah dari PMI Kota Cirebon dipakai oleh masyarakat luar daerah. Alhamdulillah, sejauh ini kita masih bisa menutupi kebutuhan tersebut,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Menurut dr. Edial, kondisi tersebut tidak terlepas dari posisi strategis Kota Cirebon sebagai pusat layanan kesehatan di wilayah Ciayumajakuning. Sejumlah daerah seperti Kabupaten Cirebon, Indramayu, hingga Kuningan turut bergantung pada suplai darah, terutama untuk kebutuhan rumah sakit rujukan seperti RSUD Gunung Jati.

Meski demikian, PMI menegaskan tidak pernah membatasi distribusi darah selama ada kebutuhan medis yang mendesak.

“Tidak mungkin kita menolak permintaan darah, karena ini menyangkut nyawa manusia,” tegasnya.

Selain pelayanan donor darah, dr. Edial juga menyoroti peran relawan PMI yang selalu berada di garis depan dalam berbagai situasi darurat. Ia menyebut, para relawan kerap menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi bencana maupun musibah.

“Relawan PMI ini bisa dibilang manusia langka. Mereka bekerja tanpa digaji, pagi, siang, malam, demi kemanusiaan. Bahkan sering kali mereka sudah berada di lokasi sebelum pihak lain datang,” ungkapnya.

Di sisi lain, tingkat kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah di Kota Cirebon dinilai terus meningkat. Hal ini tidak lepas dari peran media dan berbagai pihak yang aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya donor darah.

Meski begitu, dr. Edial mengakui ketersediaan stok darah bersifat fluktuatif dan sangat dinamis. Dalam waktu tertentu stok dapat mencukupi, namun bisa kembali menipis dalam waktu singkat, tergantung kondisi di lapangan.

“Stok darah ini sangat dinamis. Hari ini bisa cukup, besok bisa habis. Semua tergantung pada banyak faktor, seperti jumlah pasien, kasus perdarahan, kecelakaan, hingga kebutuhan persalinan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kekurangan stok, PMI juga menerapkan sistem donor pengganti, di mana keluarga pasien dapat membantu menyediakan pendonor guna menggantikan darah yang telah digunakan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah, demi menjaga ketersediaan stok dan membantu sesama yang membutuhkan,” pungkasnya.**

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *