Wali Kota Cirebon Ajak Warga Dukung Penataan Sungai Sukalila
Cirebon,- Wali Kota Cirebon Effendi Edo menggelar dialog penataan kawasan bantaran Sungai Sukalila bersama warga di Jalan Kalibaru Selatan, Kota Cirebon, Kamis (22/1/2026). Dialog ini menjadi bagian dari persiapan penataan sungai yang direncanakan mulai dikerjakan dalam waktu dekat.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon, camat dan lurah setempat, perangkat daerah terkait, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis), serta masyarakat sekitar bantaran sungai.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menyampaikan tahap awal penataan Sungai Sukalila akan dimulai dengan pengerukan sungai. Pekerjaan tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Senin pekan depan, dimulai dari muara hingga ke kawasan Sukalila.
“Insyaallah hari Senin depan kita sudah mulai tahap pertama, yaitu pengerukan dari muara sampai Sukalila. Kami mohon dukungan seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Cirebon, karena dalam proses ini mungkin akan ada gangguan aktivitas lalu lintas maupun aktivitas warga,” ujar Edo.
Ia meminta masyarakat memahami proses pembangunan tersebut, karena penataan Sungai Sukalila dilakukan untuk kepentingan jangka panjang Kota Cirebon. Menurutnya, pembangunan kawasan sungai ini diarahkan agar lebih aman, tertata, dan memiliki nilai estetika.
Setelah proses pengerukan selesai, BBWS dan Pemerintah Kota Cirebon akan melanjutkan dengan penataan kawasan sungai. Konsep yang disiapkan meliputi pembangunan taman, jogging track, serta jalur pedestrian yang nyaman bagi pejalan kaki.
“Setelah pengerukan, kita akan menata sungainya. Nanti ada taman, jogging track, dan ruang pedestrian. Pejalan kaki akan menjadi prioritas,” jelasnya.
Menanggapi keluhan warga terkait genangan dan banjir di kawasan sekitar, Edo menegaskan penataan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk perbaikan trotoar dan taman. Selain itu, akan dibuat inlet untuk mengalirkan air ke sungai.
Dalam dialog tersebut, Edo juga menyoroti pentingnya pengaturan lalu lintas selama dan setelah proses penataan berlangsung. Untuk mengantisipasi kemacetan, Pemkot Cirebon akan melakukan simulasi lalu lintas bersama Dinas Perhubungan dan kepolisian, termasuk kajian penerapan sistem satu arah.
“Supaya tidak terjadi kemacetan, nanti kita akan simulasikan pengaturan lalu lintas. Dishub dan kepolisian akan melakukan kajian, termasuk kemungkinan satu arah,” katanya.
Ia menambahkan, kawasan sekitar Asia Toserba yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi akan menjadi perhatian khusus. Arus kendaraan nantinya akan dipecah ke beberapa jalur, termasuk ke Jalan Sukalila Selatan, agar pergerakan lalu lintas lebih lancar.
Selain melibatkan instansi pemerintah, Edo juga membuka peluang keterlibatan pihak swasta dalam penataan kawasan Sungai Sukalila melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Namun demikian, ia menegaskan bahwa Pemkot Cirebon dan BBWS Cimancis tidak akan menerima bantuan dalam bentuk uang.
“Kami sepakat dengan BBWS tidak menerima CSR dalam bentuk uang. Tetapi silakan jika ada pihak swasta yang ingin berkontribusi langsung, misalnya membangun jembatan penyeberangan atau taman, itu bisa dilakukan secara langsung,” pungkasnya. (HSY)














