Yayasan Kolaboraksi Kebaikan.id Lahir di Cirebon, Dorong Anak Muda Jadi Aktor Perubahan Sosial

Yayasan Kolaboraksi Kebaikan.id Lahir di Cirebon, Dorong Anak Muda Jadi Aktor Perubahan Sosial

Cirebon,- Komunitas Kolaborator Kebaikan.id kini resmi bertransformasi menjadi sebuah yayasan dan berganti nama menjadi yayasan Kolaboraksi Kebaikan.id pada Minggu sore (22/02/2026) yang bertempat di gedung aula Radio Republik Indonesia (RRI) Cirebon.

Acara ini tentunya dihadiri oleh banyak mitra, mulai dari Siti Farida Rosmawati, sebagai Wakil Walikota Kota Cirebon beserta jajaran, dan juga Dr. H. Iing Daiman sebagai Kepala Dinas DKUKMPP Kota Cirebon turut mendampingi, serta para mitra mulai dari NGO, CSR, hingga pelajar dan mahasiswa.

Kegiatan ini diresmikan secara simbolis dengan potong pita oleh Wakil Walikota Kota Cirebon, bersama Omar Qad Panity selaku CEO Komunitas Kolaborator Kebaikan.id. Pemerintah daerah Kota Cirebon pun turut berapresiasi dalam gerakan tersebut dengan harapan banyak gerakan sosial yang strategis.

“ Saya senang sekali hari ini, karena masih banyak anak muda yang peduli dengan isu-isu sosial, pemerintah Kota Cirebon sangat mengapresiasi langkah ini karena legalitas dan tata kelola yang baik adalah fondasi utama agar sebuah gerakan sosial dapat dipercaya oleh publik dan mitra-mitra strategis lainnya”, ujar walikota.

Perjalanan panjang sejak 2020 para founder Komunitas Kolaborator Kebaikan.id merintis pergerakan sosial ini yang mengarah pada proses kebaikan. Melihat beberapa komunitas yang selalu bergerak secara parsial, menjadi salah satu alasan mengapa komunitas ini hadir di tengah-tengah masyarakat sehingga menaruh kepercayaan publik.

“Saya yakin yayasan ini akan menjadi wadah di mana anak muda Cirebon tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi aktor utama yang turun langsung menangani isu-isu masalah sosial, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah, pendidikan, hingga kemanusiaan”, ujar walikota.

Selama 5 tahun, komunitas Kolaborator Kebaikan.id aktif menjalin kerja sama dengan berbagai mitra yang meliputi birokrasi, non goverment organization (NGO), corporate social responsibility (CSR), pelajar dan mahasiswa.

Nama Kolaboraksi Kebaikan tidak semata diambil sembarang. Kata kolaboraksi memiliki dua makna yakni kolaborasi dan aksi dengan berproses dalam hal kebaikan. Langkah yang diambil kini melalui transformasi yayasan merupakan suatu gebrakan tersendiri bagi komunitas Kolaborator Kebaikan.id.

“Kenapa jadi Yayasan? Sebenarnya se-simple untuk bisa punya lembaga hukumnya. Atau punya poin hukumnya, supaya ketika kita bisa berkolaborasi, supaya ketika kita punya akses, punya dampak, yang bisa jadi dilaborasi lagi lebih kuat”, ujar Omar.

Transformasi tersebut yang kemudian akan diikuti dengan komitmen yang lebih oleh para staff komunitas juga menjadi penting guna menciptakan sinergi dalam menjalankan program kerja yang berdampak dan dirasakan oleh masyarakat luas.

“Dengan penuh rasa bangga juga sebab hormatan, bisa dihadiri oleh pejabat, oleh rekan rekan semua. Karena tanpa teman-teman mitra juga, kita nggak bisa bersinergi sejauh ini, nggak bisa melangkah sejauh ini. Dan semoga ini jadi sinergi yang memang jangka Panjang”, ujar Omar.

Omar juga menambahkan, kesiapan alih status menjadi Yayasan tersebut menunjukkan harapan yang tinggi tentunya dengan siap melangkah lebih jauh dalam mewujudkan visi misi bersama.

“Semoga Allah berkahi juga, dan teman-teman makin solid, makin kompak juga ke depannya. Untuk sama-sama fisiknya saja, semangat menebar kebaikan”, pungkas Omar. (*)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *