Jalan Siliwangi Kota Cirebon Disiapkan Jadi Ikon Baru Takjil Ramadan 2026
Cirebon,- Wali Kota Cirebon Effendi Edo berencana menjadikan Jalan Siliwangi sebagai ikon baru pusat penjualan takjil dan kopi selama bulan suci Ramadan 2026. Kawasan tersebut disiapkan sebagai ruang khusus bagi pelaku UMKM kuliner untuk meramaikan suasana Ramadan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Rencana itu disampaikan Effendi Edo saat menghadiri kegiatan Satu Visi Mall UMKM Coffee Fest 2026 yang digelar di Area Mall UKM Kota Cirebon, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, beberapa waktu lalu.
Dalam konsep yang tengah disusun, pedagang kopi dan penjual takjil nantinya diperbolehkan berjualan di sepanjang Jalan Siliwangi, mulai dari lampu merah Krucuk hingga Rumah Sakit Sumber Kasih.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon, Edi Siswoyo mengatakan hingga saat ini kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum bersifat final. Pemerintah daerah masih melakukan pematangan konsep agar pelaksanaannya tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.
“Untuk persiapan memang belum final. Nanti akan kami rapatkan kembali melalui tim khusus untuk mengatur teknisnya, mulai dari siapa saja yang boleh berdagang, pengelolaannya oleh siapa, pembatasan waktu berjualan, hingga aspek-aspek lainnya,” ujar Edi saat ditemui usai rapat persiapan penyediaan lokasi pedagang takjil di Balai Kota Cirebon, Jumat (23/1/2026).
Meski demikian, Edi menegaskan secara prinsip Pemerintah Kota Cirebon membuka ruang bagi pedagang untuk berjualan di Jalan Siliwangi selama Ramadan. Kebijakan ini sejalan dengan keinginan Wali Kota Cirebon yang ingin menghadirkan ikon baru aktivitas Ramadan di pusat kota.
“Intinya diperbolehkan berjualan di Jalan Siliwangi, karena Pak Wali ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai ikon baru selama bulan Ramadan,” jelasnya.
Selain Jalan Siliwangi, Satpol PP juga menyiapkan sejumlah alternatif lokasi bagi pedagang takjil, di antaranya kawasan BAT, Lapangan Kebumen, Pasar Balong, Jalan Pekalipan, serta kawasan Bima yang selama ini memang sudah menjadi pusat aktivitas perdagangan kuliner.
“Untuk lokasi-lokasi itu masih bisa digunakan untuk berjualan. Namun, fokus utama tetap di Jalan Siliwangi, hanya saja konsep detailnya masih perlu dibahas lebih lanjut,” kata Edi.
Ia menambahkan, pedagang takjil yang berjualan di Jalan Siliwangi nantinya akan dievaluasi secara berkala, termasuk dari sisi kebersihan dan ketertiban. Pemerintah juga akan mengatur jenis dagangan agar tetap sesuai dengan konsep kuliner Ramadan.
“Pedagang yang berjualan harus sesuai spesifikasi, jangan sampai nanti justru didominasi pedagang non-kuliner,” tegasnya.
Sementara itu, Edi memastikan kawasan Jalan Kartini, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo hingga Alun-alun Kejaksan tetap steril dari aktivitas pedagang kaki lima selama Ramadan.
“Hal ini untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan ketertiban kawasan tersebut,” pungkasnya. (HSY)














