Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi, BPBD Kota Cirebon Tetapkan Siaga Hingga April 2026

Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi, BPBD Kota Cirebon Tetapkan Siaga Hingga April 2026

Cirebon,- Potensi cuaca ekstrem di Kota Cirebon masih cukup tinggi seiring berlanjutnya musim hujan. Pemerintah Kota Cirebon pun menetapkan status kesiapsiagaan bencana hingga beberapa bulan ke depan untuk mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin terjadi.

Berdasarkan Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 236 Tahun 2025, status Siaga Darurat untuk bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, serta tanah longsor diberlakukan sejak 1 Oktober 2025 dan akan berlangsung hingga 30 April 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo mengatakan penetapan status tersebut menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.

“Kita masih berada dalam masa siaga cuaca ekstrem sampai April 2026 sesuai penetapan yang berlaku,” ujar Andi, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, intensitas hujan pada awal Januari cukup tinggi dan sempat memicu genangan serta banjir di sejumlah wilayah. Hingga pertengahan bulan ini, hujan deras yang kerap disertai angin kencang masih berpeluang terjadi dan perlu diantisipasi bersama.

“Selama belum ada pembaruan dari BMKG, masyarakat tetap harus waspada karena kondisi cuaca sangat dinamis,” katanya.

BPBD Kota Cirebon, lanjut Andi, secara rutin menyampaikan peringatan dini dan imbauan kepada masyarakat melalui berbagai saluran informasi, termasuk melibatkan tim tangguh bencana di tingkat kelurahan.

Pada musim hujan kali ini, pola hujan cenderung turun pada sore hingga malam hari, sehingga kewaspadaan di jam-jam tersebut perlu ditingkatkan.

Selain potensi banjir, masyarakat juga diminta mewaspadai angin kencang yang dapat memicu pohon tumbang atau kerusakan ringan lainnya. Wilayah yang selama ini dikenal rawan banjir tetap menjadi prioritas pemantauan, namun kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing juga sangat dibutuhkan.

BPBD juga mengingatkan warga untuk menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat, termasuk kemungkinan evakuasi.

Upaya pencegahan lainnya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan rutin membersihkan saluran air.

“Pantau terus informasi cuaca resmi dari BMKG dan BPBD, serta waspadai potensi angin kencang dan hujan dengan intensitas tinggi,” pungkas Andi. (HSY)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *