EWF Cirebon Soroti Peluang Trading Brent Crude Oil di Tengah Ketegangan Global
Cirebon,- PT Equityworld Futures (EWF) Cabang Cirebon menilai dinamika geopolitik dunia, khususnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, memberikan pengaruh terhadap pergerakan sejumlah komoditas global. Namun, dampaknya tidak selalu sama pada setiap instrumen perdagangan berjangka.
Kepala Cabang PT Equityworld Futures Cirebon, Ernest Firman mengatakan hingga saat ini kinerja perusahaan masih berada pada periode kuartal pertama tahun 2026. Kondisi global yang belum stabil membuat sebagian investor dan trader masih cenderung mencermati perkembangan situasi sebelum mengambil langkah transaksi yang lebih besar.
“Karena kita masih berada di kuartal pertama dan belum selesai, memang ada pengaruh dari ketegangan global. Banyak pelaku pasar yang masih melihat dulu kondisi dunia seperti apa sebelum mengambil keputusan,” ujar Ernest.
Meski demikian, menurutnya ketegangan di Timur Tengah tidak selalu berdampak signifikan pada semua komoditas, terutama emas. Dalam situasi tertentu, emas memang menjadi instrumen yang dipilih investor untuk mengamankan aset.
“Biasanya kalau terjadi perang, investor mengalihkan likuiditas uangnya ke emas untuk mengamankan nilai aset. Tapi dampaknya hanya sesekali saja,” jelasnya.
Justru, lanjut Ernest, komoditas yang saat ini lebih terdampak langsung adalah minyak mentah jenis Brent Crude Oil (BCO). Hal itu berkaitan dengan jalur distribusi minyak dunia, salah satunya yang melalui Selat Hormuz.
“Yang paling terasa dampaknya adalah di Brent crude oil, karena jalur transportasi minyak di Selat Hormuz menjadi perhatian dunia. Itu membuat harga minyak lebih sensitif terhadap konflik di kawasan tersebut,” katanya.
Ia menyebutkan, dalam beberapa waktu terakhir harga Brent crude oil bahkan sempat menyentuh level tertinggi hingga sekitar 120 dolar AS per barel sebelum kembali terkoreksi di kisaran 90 dolar AS per barel. Meski mengalami penurunan, volatilitas harga minyak masih tergolong tinggi.
“Dengan situasi konflik yang belum jelas kapan berakhir, tensi harga minyak masih cukup tinggi. Karena itu trading Brent crude oil saat ini masih cukup menarik,” ujarnya.
Ernest menjelaskan dalam perdagangan berjangka, pihaknya tidak bertransaksi dalam bentuk fisik komoditas, melainkan hanya memperdagangkan pergerakan harga. Hal tersebut membuat pelaku trading dapat memanfaatkan momentum naik turunnya harga komoditas.
“Karena kita tidak memegang fisik barang, yang kita transaksikan adalah pergerakan harganya. Jadi ketika harga melonjak, itu justru menjadi peluang trading,” katanya.
Sementara untuk komoditas emas, Ernest memprediksi harga dalam waktu dekat berpotensi mengalami koreksi ringan setelah sebelumnya bergerak di kisaran level tinggi.
“Untuk emas, saat ini pergerakannya tertahan di kisaran sekitar 5.000 sampai 5.200 dolar AS per troy ounce. Kemungkinan ada sedikit penurunan, tapi tetap menarik untuk diperhatikan,” jelasnya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan dalam kondisi konflik global seperti saat ini, informasi yang beredar di media perlu disikapi secara hati-hati. Banyak informasi visual maupun berita yang belum tentu akurat, termasuk yang beredar di media sosial.
“Sekarang banyak juga gambar atau berita yang ternyata hoaks atau dibuat menggunakan teknologi AI. Jadi trader harus lebih selektif dalam menerima informasi,” terangnya.
Ernest menilai situasi geopolitik saat ini masih sulit diprediksi karena masing-masing pihak yang terlibat konflik memiliki narasi berbeda. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan tetap berhati-hati dalam membaca perkembangan global.
Menurutnya, apabila konflik berkepanjangan hingga beberapa bulan ke depan, dampaknya bisa semakin luas terhadap ekonomi global.
“Kalau sampai April konflik ini belum mereda, kita mulai harus waspada. Biasanya perang tidak berlangsung terlalu lama karena biaya yang dikeluarkan sangat besar,” pungkasnya. (HSY)














