Peringati Hari Anak Nasional 2025, BI Cirebon Tanamkan Cinta Rupiah Lewat Dongeng

Peringati Hari Anak Nasional 2025, BI Cirebon Tanamkan Cinta Rupiah Lewat Dongeng

BisnisCirebon.com – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon menggelar kegiatan edukatif bertajuk Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Acara ini berlangsung di Ruang Sasana Gunung Jati, Jalan Yos Sudarsono, Kota Cirebon, Rabu (30/7/2025).

Program edukasi ini melibatkan Komunitas Kampung Dongeng dan Sinau Art, serta diikuti oleh guru dan siswa dari Sekolah Disabilitas Pancaran Kasih Kota Cirebon.

Deputi Kepala BI Cirebon, Himawan Putranto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen inklusif BI untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap rupiah, termasuk bagi penyandang disabilitas.

“Melalui pendekatan kreatif seperti menggambar dan mendongeng, kami ingin menyampaikan pesan penting tentang rupiah secara menyenangkan dan mudah diterima oleh anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Himawan menambahkan, penggunaan media visual dan naratif sangat efektif untuk menyampaikan edukasi, terutama bagi peserta didik yang mengandalkan pemahaman non-verbal, seperti anak-anak tuli atau tunagrahita.

“Jika hanya disampaikan secara lisan, materinya bisa sulit dicerna. Tapi dengan dongeng dan gambar, mereka lebih mudah memahami fungsi dan makna rupiah,” jelas Himawan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan komunitas lokal agar pesan Bank Indonesia bisa menjangkau masyarakat secara lebih luas di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).

“Kami menggandeng komunitas agar mereka juga bisa menjadi agen literasi yang menyebarkan pemahaman tentang rupiah secara konsisten,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pancaran Kasih, Dita Hudayani, mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengalaman belajar di luar kelas yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi siswa disabilitas.

“Sebelum ini, banyak anak hanya melihat uang sebagai benda biasa. Tapi setelah mengikuti program ini, mereka jadi paham bahwa rupiah punya nilai dan peran penting,” ujarnya.

Ia juga menyoroti manfaat besar bagi siswa tuli yang selama ini mengandalkan pendekatan visual dalam belajar.

“Metode ini sangat membantu anak-anak tuli untuk memahami informasi secara lebih konkret. Ini bentuk pembelajaran yang inklusif dan patut diapresiasi,” tambahnya.

Dita berharap BI Cirebon terus melanjutkan program serupa agar edukasi keuangan dapat diakses secara setara oleh semua anak, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus.

“Terima kasih kepada Bank Indonesia atas perhatian dan kesempatan yang diberikan kepada anak-anak kami. Semoga kegiatan positif seperti ini terus berlanjut,” pungkasnya.**

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *