Stabilkan Pasokan dan Harga, DKPPP Kota Cirebon Hadirkan Gerakan Pangan Murah
Cirebon,- Menjelang bulan suci Ramadan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Cirebon (DKPPP) menghadirkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) bagi masyarakat, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Kebon Pelok, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon ini, sejak pagi sudah dipadati warga yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat.
Program tersebut digelar sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama saat permintaan biasanya meningkat menjelang Ramadan.
GPM ini juga dilaksanakan secara serentak di tingkat nasional, mencakup 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Kepala DKPPP Kota Cirebon, Elmi Masruroh mengatakan pihaknya memastikan setiap komoditas yang dijual memiliki harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Dengan demikian, masyarakat benar-benar merasakan manfaat langsung dari kehadiran program ini.
“Semua komoditas yang dijual harus lebih murah dari harga pasar. Misalnya telur ayam dijual Rp28 ribu per kilogram, daging ayam Rp36.500 per kilogram, serta minyak goreng Rp14 ribu atau berada di bawah harga eceran tertinggi,” ujar Elmi kepada About Cirebon.
Adapun bahan pangan yang disediakan cukup beragam, mulai dari beras, minyak goreng, aneka cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi, hingga telur ayam. Ketersediaan pilihan ini membuat warga bisa memenuhi banyak kebutuhan sekaligus dalam satu lokasi.
Elmi menuturkan, keberhasilan pelaksanaan GPM tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak. Untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), DKPPP menggandeng Perum Bulog.
Selain itu, tersedia pula beras organik premium hasil kerja sama dengan Gapoktan Kabupaten Indramayu Sri Makmur. Sementara pasokan telur diperoleh dari mitra binaan Bank BJB.
Kerja sama tersebut, lanjut Elmi, menjadi kunci agar distribusi berjalan lancar dan harga tetap dapat ditekan. Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasar.
“Dengan adanya GPM, masyarakat bisa membeli bahan pangan dengan harga terjangkau. Harapannya, permintaan bisa lebih terkendali sehingga harga di pasar umum juga tetap stabil,” katanya.
Tingginya minat warga terlihat dari cepatnya sejumlah komoditas terserap. Beras SPHP bahkan menjadi produk yang paling banyak diburu. Banyak warga mengaku terbantu karena selisih harga yang cukup terasa dibandingkan membeli di pasar.
Pihaknya memastikan program serupa tidak berhenti sampai di sini. Menjelang Ramadan hingga mendekati Idulfitri, kegiatan GPM akan kembali digelar agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Kami berharap semua komoditas yang dijual bisa habis terserap. Yang paling penting, masyarakat bisa pulang dengan senyum karena mendapatkan harga yang murah dan kebutuhan rumah tangga terpenuhi,” tutup Elmi. (HSY)














