Tekan Keuangan Ilegal dan Narkoba, OJK Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektoral
Bisniscirebon.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon terus memperkuat peran strategisnya dalam melindungi masyarakat melalui sinergi lintas sektor yang terintegrasi. Bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon, Komando Resor Militer (Korem) 063/Sunan Gunung Jati, serta Dewan Pimpinan Daerah Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Kota Cirebon,
OJK Cirebon menyelenggarakan kegiatan edukasi dan literasi keuangan yang dikolaborasikan dengan upaya pencegahan aktivitas keuangan ilegal, penyalahgunaan narkotika, serta penguatan nilai toleransi antarumat beragama.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen OJK dalam menjawab tantangan multidimensi yang dihadapi masyarakat saat ini. Maraknya pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan judi online tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga berpotensi memicu tekanan sosial yang berdampak pada meningkatnya kerentanan terhadap penyalahgunaan narkotika.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun ketahanan masyarakat.
“Literasi keuangan bukan sekadar pemahaman tentang produk dan layanan keuangan, tetapi merupakan bagian dari ketahanan nasional. Masyarakat yang cerdas secara finansial akan lebih tangguh menghadapi tekanan ekonomi dan tidak mudah terjerumus pada aktivitas keuangan ilegal maupun penyimpangan sosial lainnya,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa sinergi lintas sektor merupakan kunci utama dalam menciptakan dampak yang luas dan berkelanjutan.
“OJK tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi dengan BNN, TNI, tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi model strategis dalam membangun ekosistem perlindungan masyarakat yang holistic dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, hukum, dan nilai sosial,” tambahnya.
Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati menegaskan dukungan penuh TNI dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kami memandang bahwa ancaman keuangan ilegal dan narkotika merupakan bagian dari ancaman non-militer yang harus dihadapi secara bersama. Sinergi seperti ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan wilayah dan menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Cirebon, Kombes Pol. Rohandi, menyampaikan bahwa pendekatan literasi keuangan merupakan strategi preventif yang sangat efektif dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
“Banyak kasus penyalahgunaan narkotika berawal dari tekanan ekonomi dan rendahnya literasi keuangan. Apa yang dilakukan OJK melalui edukasi ini adalah langkah hulu yang sangat strategis untuk memutus mata rantai tersebut,” jelas Rohandi.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktif OJK Cirebon dalam mendukung program P4GN, BNN Kota Cirebon secara resmi menganugerahkan penghargaan kepada OJK Cirebon. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas peran OJK yang tidak hanya fokus pada stabilitas sektor jasa keuangan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat.
Dari sisi penguatan nilai sosial, Ketua DPD BAMAGNAS Kota Cirebon, Adi Rao, menekankan pentingnya integrasi antara literasi keuangan dengan nilai moral dan spiritual.
“Kami melihat bahwa literasi keuangan yang dibangun OJK tidak berdiri sendiri, tetapi juga memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan. Masyarakat yang memiliki pemahaman finansial yang baik dan nilai spiritual yang kuat akan lebih mampu menolak praktik ekonomi ilegal dan berbagai bentuk penyimpangan sosial,” ujarnya. Sebagai bentuk apresiasi,
BAMAGNAS Kota Cirebon turut memberikan penghargaan kepada OJK Cirebon atas kontribusinya dalam membangun edukasi keuangan yang inklusif dan memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang beragam.
Dua penghargaan yang diterima dari BNN dan BAMAGNAS tersebut semakin menegaskan peran strategis OJK sebagai motor penggerak perubahan sosial yang adaptif terhadap dinamika zaman. OJK tidak hanya hadir sebagai regulator dan pengawas sektor jasa keuangan, tetapi juga sebagai katalisator dalam membangun masyarakat yang cerdas finansial, berintegritas, dan berdaya tahan tinggi.
Melalui kegiatan ini, OJK Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ke depan, OJK akan terus mendorong terciptanya masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman, termasuk keuangan ilegal, narkotika, dan tantangan sosial lainnya.(Regina)














