Cirebon Jadi Tuan Rumah Temu Inklusi Nasional ke-6, Hadirkan 590 Peserta dari 24 Provinsi
BisnisCirebon.com – Bupati Cirebon, Imron, bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) secara resmi membuka Temu Inklusi Nasional ke-6 yang digelar di Desa Durajaya, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon.
Acara ini diikuti lebih dari 590 peserta dari 24 provinsi di Indonesia dengan konsep live in bersama warga. Format tersebut menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, organisasi difabel, masyarakat desa, serta berbagai pihak lainnya dalam mendorong pembangunan yang lebih inklusif.
Dalam sambutannya, Bupati Imron menyampaikan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki 4.342 penyandang disabilitas dengan kebutuhan yang beragam. Saat ini, Pemkab Cirebon tengah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Pembangunan Inklusif, mencakup sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga layanan sosial.
“Sejak Januari, kami telah melaksanakan Musrenbang Tematik Inklusi dengan melibatkan masyarakat difabel secara aktif. Hasilnya menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan tahun mendatang,” ujar Imron.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menekankan masih adanya kesenjangan signifikan bagi penyandang disabilitas, khususnya di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan.
“Sekitar 13 persen difabel kategori sedang dan berat belum menuntaskan pendidikan dasar. Tingkat partisipasi kerja difabel baru 23,9 persen, sedangkan tingkat pengangguran mencapai 77 persen. Ini tantangan besar yang membutuhkan sinergi, penguatan SDM, serta akses teknologi,” jelasnya.
Woro menambahkan, investasi pada kelompok terpinggirkan bukan hanya bentuk keadilan sosial, melainkan juga peluang pembangunan.
“Sinergi menjadi kunci agar apa yang tertulis dapat diwujudkan dalam kenyataan,” tegasnya.
Direktur SIGAB Indonesia sekaligus Penanggung Jawab Temu Inklusi Nasional ke-6, M. Joni Yulianto, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi multipihak.
“Selain menampilkan budaya lokal, Kabupaten Cirebon juga memperlihatkan praktik baik dalam pengarusutamaan isu difabel yang bisa direplikasi di daerah lain,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Temu Inklusi merupakan ruang strategis untuk berbagi praktik baik serta gagasan inovatif demi mewujudkan pembangunan inklusif di Indonesia.
“Temu Inklusi adalah ruang berbagi demi Indonesia yang lebih inklusif,” pungkasnya. Makin Tahu Indonesia.**













