Komisi VIII DPR RI Dorong Solusi Lahan untuk Sekolah Rakyat di Kota Cirebon
Cirebon,- Ketersediaan lahan untuk pengembangan Sekolah Rakyat di Kota Cirebon menjadi perhatian Komisi VIII DPR RI saat melakukan kunjungan kerja, Kamis, (12/2/2026).
Saat ini, aktivitas belajar mengajar masih menumpang di sekolah menengah pertama karena belum memiliki lokasi permanen.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menilai kondisi tersebut belum ideal bagi keberlangsungan pendidikan. Menurutnya, kebutuhan ruang akan semakin mendesak seiring rencana penambahan siswa pada tahun ajaran mendatang.
“Faktanya Sekolah Rakyat masih bergabung dengan SMP umum. Ini tentu tidak ideal untuk pengembangan ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan, tanpa penambahan area baru, kemampuan sekolah dalam menampung peserta didik bakal terbatas. Karena itu, pihaknya berkomitmen membawa persoalan tersebut ke tingkat kementerian agar dapat dicarikan jalan keluar.
Komisi VIII, kata dia, akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mencari opsi penyediaan lahan yang memungkinkan. Namun ia mengakui, memenuhi kebutuhan minimal sekitar lima hektare di wilayah Kota Cirebon bukan perkara mudah karena keterbatasan ruang.
Sebagai alternatif, ia memandang daerah di sekitar Kabupaten Majalengka bisa menjadi pilihan, tentu dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dinilai penting agar rencana tersebut bisa direalisasikan.
Menurutnya, masalah serupa tidak hanya terjadi di Cirebon. Setidaknya ada puluhan titik di Jawa Barat, terutama kawasan perkotaan, yang menghadapi kesulitan serupa dalam menyediakan lahan luas bagi fasilitas pendidikan.
“Perlu kerja sama erat antara provinsi dan pemerintah daerah setempat untuk mengatasi hal ini,” katanya.
Di sisi lain, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cirebon Arif Kurniawan menyambut baik kedatangan rombongan DPR RI yang meninjau langsung kondisi Sekolah Rakyat. Ia membenarkan, sejak awal hambatan terbesar memang terletak pada ketersediaan lahan.
Saat ini Sekolah Rakyat di Kota Cirebon menampung sekitar 75 pelajar. Pemerintah daerah berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat maupun provinsi agar sekolah tersebut bisa memiliki tempat yang lebih memadai.
“Kami tentu berharap ada bantuan penyediaan lahan yang representatif sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berkembang lebih baik,” ujar Arif. (HSY)














