Komunitas Dokter Hijab Cantik Jadi Wadah Pengembangan Diri Dokter Perempuan di Era Digital

Komunitas Dokter Hijab Cantik Jadi Wadah Pengembangan Diri Dokter Perempuan di Era Digital

Cirebon,- Perkembangan dunia digital membuka banyak peluang bagi berbagai profesi untuk mengembangkan diri, termasuk profesi dokter.

Berangkat dari peluang tersebut, sebuah komunitas bernama Dokter Hijab Cantik (DHC) hadir sebagai wadah bagi dokter berhijab dan mahasiswi kedokteran berhijab di Indonesia untuk mengembangkan potensi di luar dunia medis.

Komunitas ini didirikan pada tahun 2024 oleh dr. Novita Qurrota A’ini bersama sahabatnya yang juga menjadi co-founder, dr. Firyal Nadiah Rahmah, M.Biomed.

Keduanya melihat bahwa era digital memberikan ruang besar bagi para dokter untuk membangun personal branding sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai platform media.

Menurut dr. Vita, komunitas Dokter Hijab Cantik dibentuk untuk mengakomodasi para dokter perempuan berhijab yang ingin terus berkembang, tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga dalam berbagai bidang lain.

“Di era digital ini personal branding menjadi sangat penting bagi semua profesi, termasuk dokter. Kami ingin menghadirkan wadah bagi dokter berhijab dan mahasiswi kedokteran berhijab agar bisa mengembangkan minat, bakat, serta potensi di luar dunia medis,” ujarnya saat dihubungi About Cirebon, Sabtu (7/3/2026).

Komunitas ini mengusung tagline 5B, yaitu Brain, Beauty, Behavior, Brave, and Believe. Nilai tersebut menjadi semangat bagi para anggota untuk terus berkembang secara intelektual, menjaga penampilan, berperilaku baik, berani berkarya, serta percaya pada kemampuan diri.

Saat ini, komunitas Dokter Hijab Cantik telah memiliki lebih dari 210 anggota yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan, komunitas ini juga mulai melebarkan sayap hingga ke Malaysia.

Untuk mendukung berbagai kegiatan anggotanya, Dokter Hijab Cantik memiliki sembilan divisi, yaitu Influencer, Ilmiah, Kreatif, Motivator, Sosial, Sport, Religi, Doctorpreneur, dan Internasional.

“Setiap divisi memiliki program dan proyek masing-masing yang dijalankan secara berkala,” katanya.

Salah satu kegiatan rutin yang diselenggarakan adalah gathering tahunan komunitas yang digelar setiap tahun di Surabaya. Pada tahun 2024 lalu, acara tersebut menghadirkan Arumi Bachsin, istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, sebagai bintang tamu.

Dalam kegiatan tersebut, kata dr. Vita, para anggota tidak hanya berkumpul, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan seperti talkshow, pelatihan beauty class, hingga pelatihan menjadi konten kreator.

“Melalui kegiatan ini, anggota diharapkan dapat memperoleh berbagai keterampilan tambahan di luar bidang medis,” jelasnya.

Selain kegiatan tahunan, tambahnya, komunitas ini juga memiliki berbagai program yang bersifat kondisional dan dijalankan oleh masing-masing divisi. Salah satu yang aktif adalah divisi religi yang rutin mengadakan kajian bagi para dokter hijab.

“Kajian tersebut dilakukan secara daring melalui siaran langsung di media sosial maupun secara langsung melalui konsep kajian sambil piknik di taman,” ungkapnya.

Tak hanya itu, komunitas ini juga menggelar kegiatan bertajuk “Piknik Cantik” yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak mempraktikkan metode self-healing seperti journaling, serta mengikuti kelas make up untuk meningkatkan soft skill di bidang kecantikan.

Di bidang akademik, divisi ilmiah juga aktif mendorong anggota untuk berinovasi. Pada September 2025, komunitas ini berhasil menciptakan inovasi alat skincare yang diikutsertakan dalam kompetisi internasional di Malaysia dan berhasil meraih medali perunggu.

Kegiatan sosial juga menjadi bagian penting dari aktivitas komunitas ini. Setiap bulan Ramadan, Dokter Hijab Cantik rutin mengadakan berbagai kegiatan sosial seperti pengobatan gratis, pembagian takjil, hingga kegiatan berbagi kepada masyarakat.

“Kami juga memiliki produk berupa buku “Dokter Hijab Cantik” yang diterbitkan setiap tahun. Buku tersebut berisi kumpulan biografi dokter berhijab dan mahasiswi kedokteran berhijab yang inspiratif,” bebernya.

Peluncuran buku biasanya dilakukan bersamaan dengan kegiatan gathering tahunan. Melalui buku tersebut, para anggota dapat memperkuat personal branding sekaligus memberikan inspirasi bagi pembaca yang ingin berkarier di dunia medis.

Di era media sosial, kata dr. Vita, Dokter Hijab Cantik juga aktif membangun kehadiran digital melalui berbagai platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, serta website resmi komunitas. Melalui divisi influencer, para anggota juga mendapatkan pelatihan pembuatan konten, editing video, hingga public speaking.

Komunitas ini bahkan merancang sebuah agensi yang dapat menjembatani dokter berhijab dengan berbagai brand untuk kegiatan kolaborasi seperti menjadi narasumber, public speaker, endorsement produk, hingga kegiatan edukasi kesehatan.

“Meski demikian, seluruh kegiatan tetap dijalankan sesuai dengan koridor etika profesi kedokteran,” ungkapnya.

Meski memiliki anggota yang tersebar di berbagai wilayah, komunitas ini tetap menjaga kekompakan melalui komunikasi digital. Interaksi antaranggota banyak dilakukan melalui grup komunikasi daring, sementara pertemuan langsung biasanya dilakukan di kota masing-masing atau pada acara besar komunitas.

Sebagai komunitas yang berawal dari Malang, Jawa Timur, Dokter Hijab Cantik kini telah memiliki perwakilan di berbagai pulau di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, termasuk perwakilan di Malaysia.

Ke depan, dr. Vita berharap komunitas ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap Dokter Hijab Cantik bisa menjadi wadah bagi para dokter hijab untuk mengembangkan karier di bidang non-medis sekaligus meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Yang terpenting, komunitas ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga berharap semangat Brain, Beauty, Behavior, Brave, and Believe dapat menginspirasi lebih banyak perempuan untuk terus berkarya dan berkembang di tengah kesibukan profesi masing-masing.

“Semoga ke depan komunitas ini tidak hanya berkembang di Indonesia dan Malaysia, tetapi juga bisa menjangkau negara lain di Asia bahkan dunia,” tutupnya. (HSY)

The post Komunitas Dokter Hijab Cantik Jadi Wadah Pengembangan Diri Dokter Perempuan di Era Digital appeared first on About Cirebon.

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *