35 Ribu Keluarga di Kota Cirebon Siap Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng Pasca Lebaran
Cirebon,- Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon melakukan uji dan pengecekan kualitas beras serta minyak goreng yang akan disalurkan kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kota Cirebon.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bantuan yang diterima masyarakat dalam kondisi layak konsumsi dan sesuai standar yang ditetapkan.
Kepala DKPPP Kota Cirebon, Elmi Masruroh menjelaskan bantuan pangan tersebut bersumber dari cadangan pangan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Dalam pelaksanaannya, Bapanas menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan komoditas bantuan berupa beras dan minyak goreng merek Minyakita.
Menurut Elmi, sebelum bantuan didistribusikan kepada masyarakat, pihaknya melakukan uji kualitas dan kuantitas secara menyeluruh. Untuk beras, pemeriksaan dilakukan secara organoleptik atau pengujian menggunakan pancaindra guna memastikan kualitasnya layak dikonsumsi.
“Hasil pengecekan secara organoleptik menunjukkan bahwa beras yang akan disalurkan dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Beras ini juga merupakan produksi dalam negeri, bukan beras impor,” ujar Elmi kepada About Cirebon, Selasa (10/3/2026).
Ia menambahkan, beras yang disiapkan merupakan hasil panen tahun 2025 sehingga masih tergolong baru dan memiliki kualitas yang baik. Selain kualitas, DKPPP juga memastikan kuantitas bantuan sesuai dengan ketentuan.
“Untuk kuantitas, kami melakukan penimbangan langsung. Setiap karung beras berisi 10 kilogram sesuai standar,” jelasnya.
Hal serupa juga dilakukan terhadap minyak goreng Minyakita yang akan dibagikan kepada masyarakat. DKPPP melakukan pengecekan volume menggunakan gelas ukur untuk memastikan isi dalam kemasan sesuai dengan yang tertera.
“Minyak goreng yang disiapkan ada dalam kemasan 1 liter dan 2 liter. Semuanya kami cek menggunakan alat ukur untuk memastikan volumenya sesuai,” katanya.
Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan pangan di Kota Cirebon tahun ini mencapai 35.031 keluarga penerima manfaat yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada kategori desil 1 hingga desil 4.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, penerima bantuan hanya mencakup masyarakat pada desil 1 hingga 3 dengan jumlah sekitar 25 ribu penerima.
“Tahun ini penerima bantuan meningkat karena cakupannya bertambah hingga desil 4. Jadi totalnya menjadi sekitar 35 ribu penerima,” kata Elmi.
Rencananya, bantuan pangan tersebut akan mulai disalurkan setelah perayaan Idul Fitri. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kesiapan petugas di tingkat kelurahan yang akan membantu proses distribusi.
Elmi menjelaskan, jika penyaluran dilakukan sebelum Lebaran, dikhawatirkan proses distribusi akan terganggu oleh masa libur panjang.
“Karena nanti yang menyalurkan adalah petugas dari kelurahan. Kalau dibagikan sebelum Lebaran, dikhawatirkan terpotong libur panjang. Sementara kalau sudah mulai disalurkan, prosesnya harus berjalan terus,” jelasnya.
Penyaluran bantuan akan dilakukan melalui masing-masing kelurahan di Kota Cirebon dengan target penyelesaian hingga akhir April 2026.
Dalam program bantuan ini, setiap penerima akan mendapatkan beras sebanyak 20 kilogram atau dua karung beras berisi masing-masing 10 kilogram. Selain itu, penerima juga memperoleh minyak goreng sebanyak 4 liter.
Bantuan tersebut merupakan alokasi untuk dua bulan, yakni Januari dan Februari 2026.
“Jadi setiap penerima akan mendapatkan beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter. Itu untuk alokasi dua bulan, Januari dan Februari,” tutup Elmi. (HSY)














