Inilah Bedanya Tapi Sama Bersejarah, Ini Perbedaan Keraton Solo dan Pura Mangkunegaran yang Wajib Kamu Tahu
Solo,- Kalau kamu liburan ke Solo dan mampir ke Keraton Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran, mungkin kamu akan bertanya: “Bedanya apa, ya?”
Sama-sama megah, sama-sama bersejarah, dan sama-sama punya nilai budaya tinggi, Pura Mangkunegaram dan Keraton Solo ternyata memiliki perbedaan.
Ada banyak perbedaan mendasar di antara keduanya yang menarik banget untuk diketahui.
Yuk, simak ulasannya biar kamu makin paham soal dua ikon budaya Jawa ini!
Perbedaan Keraton Solo dan Pura Mangkunegaran
1. Sejarah Awal yang Berbeda
Keraton Solo (Surakarta Hadiningrat) didirikan oleh Pakubuwono II pada tahun 1745, setelah perpindahan dari Kartasura ke Surakarta karena kerusuhan. Keraton ini menjadi pusat kekuasaan kerajaan Mataram yang pecah dari Yogyakarta.
Sementara itu, Pura Mangkunegaran berdiri pada tahun 1757 oleh Raden Mas Said (Mangkunegara I) setelah Perjanjian Salatiga.
Ia mendapatkan hak wilayah dan kekuasaan sendiri karena jasa-jasanya dalam perlawanan terhadap VOC dan kerajaan besar.
2. Kepemimpinan dan Gelar
Di Keraton Solo, pemimpinnya bergelar Sunan atau Sri Susuhunan, contohnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII yang kini memimpin.
Sedangkan di Pura Mangkunegaran, pemimpinnya bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara, dan saat ini dijabat oleh Mangkunegara X.
Perbedaan gelar ini mencerminkan struktur dan status dalam tatanan kerajaan Jawa.
3. Arsitektur dan Kompleks Bangunan
Keraton Solo memiliki area yang luas dengan berbagai bangunan, termasuk Alun-Alun Lor, Sasana Sewaka, dan Museum Keraton.
Gaya arsitekturnya dominan Jawa tradisional dengan simbol-simbol spiritual yang kuat.
Pura Mangkunegaran lebih kecil namun elegan. Salah satu ikon utamanya adalah Pendopo Ageng yang sangat megah dan sering jadi lokasi pertunjukan tari serta acara budaya.
Meski berbeda ukuran, keduanya menawarkan kemegahan khas arsitektur Jawa yang memesona.
4. Fungsi dan Aktivitas Sekarang
Keraton Solo berfungsi sebagai tempat tinggal raja dan keluarga kerajaan, sekaligus sebagai pusat budaya dan wisata sejarah.
Pura Mangkunegaran lebih terbuka sebagai tempat pertunjukan seni, museum, serta kegiatan sosial dan kebudayaan.
5. Pakaian yang Digunakan
Di lingkup Keraton Solo umumnya menggunakan batik yang didominasi warna gelap, seperti cokelat dan hitam. Sedangkan Pura Mangkunegaram identik dengan pakaian batik berwarna cokelat kekuningan.
6. Wilayah Cakupan
Di masa lalu, Keraton Solo memiliki wilayah cakupan mulai dari Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Sragen.
Sementara Pura Mangkunegaran memiliki wilayah cakupan yaitu Karanganyar, Wonogiri, dan Baturetno.
7. Lokasi dan Akses
Keraton Surakarta Hadiningra berada di pusat kota Solo, tepatnya di Baluwarti, Pasar Kliwon.
Sedangkan, Pura Mangkunegaran terletak di Jl. Ronggowarsito No.83, Keprabon, Banjarsari, Solo.
Demikian informasi terkait perbedaan Keraton Solo dan Pura Mangkunegaran yang wajib kamu ketahui. Meski sama-sama bersejarah, tapi memiliki perbedaan.* Makin Tahu Indonesia. (Kiki Nurma Fitriani)
















